Menurut sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Autism and Developmental Disorder, kemampuan sosial adalah faktor nomor satu dalam memperkirakan seberapa sukses seorang anak dengan DS meraih masa depan mereka.

Mengapa ADS mengalami kesulitan berbicara ?.
– Perkembangan otot yang lebih lambat. ADS sulit mengkombinasikan dengan cepat gerakan-gerakan dan suara.
Lebih lambat memahami bahasa orang dewasa. – Kurangnya berinteraksi dengan orang-orang. Mereka jarang bergaul dan mempraktekan kemampuan berkomunikasi mereka.
– Peran pasih dalam kehidupan sosial. Mereka jauh lebih sering diistimewakan dan tidak memiliki hubungan sosial yang sesungguhnya.
– Komunikasi non verbal bekerja terlalu baik. Khusunya dalam lingkungan keluarga, kita terlalu terbiasa dengan isyarat, gerakan dan suara-suara yang tak berarti apa-apa dalam lingkungan sosial. Rendahnya ekspektasi orang lain. Banyak orang tidak melibatkan ADS dalam percakapan dengan asumsi mereka tidak diharapkan mengerti isi percakapan itu.
– Orang-orang menerjemahkan keinginan mereka. ADS lama-lama belajar untuk tidak berbicara karena mereka menyadari keinginan mereka sudah disuarakan orang lain.
– Tidak cukup waktu berbicara. Seringkali orang tak sabar menunggu ADS merespon sesuatu sehingga ADS sangat apsif karena menyadari mereka tak punya waktu cukup lama dalam berpikir sebelum merespon sesuatu.
– Overstimulation. Seringkali kita memberikan banyak kata sekaligus daripada kemampuan menyerap mereka, seperti melempar beberapa bola sekaligus kepada anak yang belajar menagkap bola.
– Terlalu banyak bahasa formal daripada bahasa komunikatif. Kita lebih senang mengajari 1-2-3 atau warna-warna daripada percakapan sederhana yang praktis dan bias mereka gunakan sehari-hari.

Apa yang bisa saya lakukan dalam membantu anak saya belajar berbicara ?.
Gunakan petunjuk dibawah ini untuk mempersiapkan anak Anda berbicara cukup sering dan menikmatinya.
– Bermainlah bersama mereka sesering mereka bermain
– Seimbangkan waktu Anda berdua sehingga cukup perhatian dari Anda berdua.
– Tunggu anak Anda berbicara, hindari Anda terus yang berbicara.
– Samakan reaksi dan pesan komunikatif dengan anak Anda setiap tahap
– Berbicaralah seperti anak Anda berbicara dan perlihatkan langkah berikutnya
– Tanggapilah suara paling sepele atau gerakan paling kecil sebagai tahap awal komunikasi – Perlihatkan bagaimana mengucapkan 1-2 kata
– Terjemahkan suara atau isyarat mereka dalam satu kata
– Jangan terburu-buru menggunakan kata-kata, berkomunikasi dengan suaralah terlebih dahulu
– Kurangi pertanyaan-pertanyaan Anda tapi tunjukkan bagaimana cara mengucapkannya
– Terimalah apapun hasil ucapannya karena dia harus terus latihan
– Buatlah saat belajar berbicara lebih menyenangkan dan terkesan bermain
– Bermain dengan kata-kata yang diulang-ulang dan anggap ini permainan paling menyenangkan
– Bersikaplah lebih sebagai teman bermain daripada guru, mereka akan lebih lama menikmatinya
– Jadilah kamus hidup : berikan kata-kata unutk setiap pengalaman mereka yang baru terjadi.

Contoh berikut menggunakan komponen yang sama, tapi mengajarkan bagaimana merespon secara tepat ke suatu masalah.
Seberapa siap anak saya belajar berbicara ?.
Semakin sering mereka melakukan hal-hal berikut ini semakin siap mereka berbicara.
– Bermain dan berinteraksi dengan orang-orang
– Meniru tingkah dan suara orang
– Mengambil giliran dalam permainan
– Mencoba membuat suara-suara
– Berkomunikasi dengan gerakan dan suara
– Bermain dengan penuh perasaan dengan sesuatu
– Merespon kalimat yang diucapkan kepadanya
– Lebih suka bersama orang-orang daripada sendirian
– Bermain dengan peran aktif daripada peran pasif.

sumber : http://www.potads.com/article_detail.php?id=68