Sindrom Down, salah satu kelainan genetik yang disebabkan oleh adanya trisomi pada kromosom 21 merupakan penyebab umum  dari keterbelakangan mental. Salah satu gejalanya adalah menurunnya kemampuan mengingat (memori) fakta maupun kejadian. Hal ini terjadi karena adanya penghambatan berlebih terhadap neuron pada hippocampus (daerah memori pada otak) oleh suatu neurotransmitter yang disebut GABA.

ImageCraig Garner (Stanford University, California, US) melakukan percobaan dengan memberikan ekstrak gingko yang disebut bilobalide atau obat lain yang disebut pentylenetetazole (PTZ). Kedua zat ini dapat menghambat kerja GABA pada otak.

Tikus yang meminum PTZ dalam susu coklat, atau disuntik dengan bilobalide, sekali sehari selama 17 hari menunjukkan peningkatan signifikan dalam tes mengingat, seperti mengenali dua jenis obyek yang dilihat sebelumnya. Peningkatan ini bertahan sampai tiga bulan setelah tikus diberi perlakuan dengan obat tersebut, diduga bahwa kedua zat ini dapat mengakibatkan perubahan jangka panjang pada otak. Garner juga mengatakan bahwa PTZ telah diuji dengan teliti pada manusia dan juga dapat diberikan secara oral.

Journal reference: Nature Neuroscience
Sumber : http://www.tobi.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=34&Itemid=32