JANGAN SEPELEKAN ANAK DS Cerita ini bagian dari saat2 Idulfitri kemarin,disaat mayoritas dari kita tidak punya pembantu rumah tangga, di rumah banyak tamu, sehingga anak2 udah looosss tidak ada yang mengawasi.

Hari pertama Ied, aku di rumah ortuku. Ceritanya Ratri atau R (DSku 9 tahun) dan Amanda, mendapat angpaw dari tante,eyang dll. Kaau R memang menurut semua uangnya disimpan di aku, dari setiap uang yang diperolehnya selalu diberikan padaku.
Karena kadang2 dia masih membuang uang yang dipegangnya, maka kuingatkan agar uangnya dititipkan di aku saja, tinggal nanti dia bilang mau dibelikan apa yang dia inginkan.
Pernah suatu hari di dalam mobil dengan cepat kilat R membuka jendela, dan uang 10ribu rupiah dibuang. Gerakannya cepat sekali, kadang di luar dugaan kita. Aku saat itu juga lupa tidak mengunci jendela mobil….

Nah kalau Amanda, adik R yang berusia 7 tahun, semua uangnya maunya dimasukkan ke dalam dompetnya. Dan yang menyebalkan, dompetnya dibawa-bawaaaaa kemana2. Aku udah ingatkan agar dompetnya disimpen di tasku aja, biar tidak hilang, lupa dll.Tapi dasar anak, ngeyel dan maunya dewe…

Bolak-balik dompetnya dibuka. Uang dihitung. Main sebentar dengan sepupu2nya, ngitung uaaaang lagi. Karena aku sudah sibuk dengan tamu dll, udah lupaaa saja dengan anak2.
Paling aku sesekali berteriak memanggil R,”Ratriii, dimana?” Kalo dia menyahut dan bilang, “Sini, mewarnai”, aku merasa amaaaan. Sengaja sebelum Ied aku membelikan R banyak buku mewarnai, calistung (baca tulis hitung) untuk kegiatan dia. Memang anak istimewaku ini sangat2 tergila2 buku.
Mungkin pengaruh terapi yang bertahun2 dijalani sehingga baru melek mata saja yang dicari adalah buku. Bermain sebentar, ingat buku lagi. Maka di setiap kesempatan kemanapun, buku tak lupa selalu kubawakan buku plus pensil warna lengkap untuk kegiatannya, baik di mobil dalam perjalanan, atau di rumah orang tua atau kerabat yang kita datangi.

Nah, pas sudah sore,aku mandikan anak2, dan kami mau pamit pulang. Tiba2 Amanda bertanya dimana dompetnya. Wah ya aku tidak tahu dimana. Akhirnya seluruh keluarga, aku,ortuku, kakak2ku beserta anak2nya heboh mencari dompet Princess ungu yang berisi uang 260ribu Rp!
Di kolong, rak buku, dapur,kamar. Aku mencoba bicara pelan2 ke Amanda supaya dia mengingat kapan terakhir memegang dompetnya, taruh dimana, dst. Dia mengatakan dan yakin terakhir kali ditaruh di meja tempat buat susu. Kita semua tetap mencarinya, tapi nihil! Gak ketemu.
Sampai kakakku bilang,”Makannya nurut ibu, Manda. Jadi nggak hilang….”. Udah hopless deh. Amd mulai nangis. Mewek dan berlinangan air mata. Aku juga bingung dan pusing karena rencananya Amanda mau membelanjakan uang itu untuk beli tas, dan boneka Barbie.

R masih asik mewarnai sementara kita semua tetap nungging2 mencari dompet itu. Sampai sambil guyon kita buat sayembara siapa yg menemukan dompet itu, akan mendapat THR isi dompet itu. Hahaha….

Tiba2 suamiku mendekati R, dan bertanya,”Mewarnai apa Mbak?”. R jawab,”Bebek, Ayah…”. Komunikasi Ratri memang sudah bagus. Dia sudah dapat bercakap2 dengan jelas walau kadang masih bicara terlalu cepat.
Ayah bertanya lagi”Mbak Ati tau dompet adek nggak yang warnanya ungu princess itu. Adek lupa naro’ nih…. Udah dicari2 gak ketemu. Mbak Ati tau?”
Dia masih cuek terus mewarnai bebek. Yah bebek kan cuek ya…. . Ditanya sekali lagi,”Tau nggak mbak?…”.
Dia jawab,”Tau. Aku buang!”….
“Buang dimana, sayang?”…
Mendadak sontak dia bangun, menarik tangan ayah dan mengajak ke bagian belakang rumah. Dia tunjukkan dompet ungu princess yang bikin pusing 1000 keliling itu di rak sepatu!!! Nyempiiiil di antara sepatu2!

Ya Ampuuuun….. Kita semua ngakaaaaaak. Kok bisa2nya R begitu? Tau nggak dia bilang apa pas ditanya ayah,”Ooo, mbak ati simpan di rak sepatu?. Bukan dibuang. Tapi disimpan. Kenapa?”….
“Ade tuuu… Gak nurut ibu. Aku simpeeen Aaaay…. rak sepatu. Rak sepatu. Simpen Aaaay….”.
… “O iya dehhhh…. terimakasih ya mbak Ati udah simpen dompet ade.”

Ya ampuuuun….. Setelah ditanya pelan2 dan akhirnya dia cerita. Dia itu sebenernya juga kesel liat Amanda ngitung uaaaang melulu. Jadi Amanda setelah membuat susu, dompet memang ketinggalan di meja susu. Dan R yang melihatnya langsung spontan menyimpan (atau diumpetin?) di rak sepatu sebelah meja susu.

Diam2 asik mewarnai, semua sibuk mencari dompet, tidak tahunya kunci jawaban ada di Ratri….. Oalaaaah….. Kok ya ndilalah dia bisa betul memberi tahu tempatnya.
Dalam hati jangan2 saat sedang mewarnai, Ratri ngakak juga tuh” Semua kena gue kerjain deh. Cari aje tuh dompet!” HAHAHAHA…..
Maka, kadang dalam hal2 tertentu anak spesial kita sering tidak kita anggap ya. Padahal, dia juga sama dengan kita…….

Olivia/ Ratri’s mom

http://www.potads.com/article_detail.php?id=59