Anak saya 3th 7bulan. Saya mengetahui Eleazar down syndrome sejak EL lahir.
EL mulai terapi fisik di RS Borromeus sejak umur 12 bulan, lalu mulai terapi wicara sekitar umur 18 bulan. EL mulai bisa berjalan umur 18 bulan, dan mulai bisa bicara sepatah 2 patah kata dari sejak umur 24 bulan. Dan sejak umur 2th lebih EL mulai terapi okupasi. Sampai sekarang EL masih menjalani ketiga terapi tersebut.

EL sudah bisa diajak berkomunikasi dan mengerti instruksi/perintah. Kadang dia mulai bisa mengungkapkan keinginannya dalam 2 patah kata.

EL sangat sulit makan makanan keras, mungkin disebabkan karena hipotoni yang memang diderita oleh anak2 Down Syndrome.
EL punya interest yang besar akan music. Dia sangat senang mendengarkan musik upbeat dan menari mengikuti irama musik tersebut.
Sabtu lalu, EL baru saja selesai tes psikologi dan psikolog menyarankan agar EL bisa bersekolah di sekolah umum yang memiliki kurikulum khusus untuk anak special seperti down syndrome, ADHD, Cerebral Palsy, Autism.

Memang sekarang ini sangat sedikit sekolah umum yang memiliki kurikulum khusus untuk anak special/berkebutuhan khusus. Kalaupun ada quota yang ada pun sangat terbatas. Perbandingannya adalah 10:1, 10 anak normal, 1 anak berkebutuhan khusus.

Dan mayoritas sekolah akan mengenakan biaya tambahan yang cukup mahal untuk pendamping/helper/guru privat untuk anak yang berkebutuhan khusus ini.

Saya masih kesulitan mencari sekolah yang memiliki kurikulum khusus untuk anak Down Syndrome di Bandung.

Dari 3 sekolah yang direkomendasikan, sudah 2 sekolah yang sudah pasti tidak bisa menerima lagi anak berkebutuhan khusus, karena quota sudah terisi.

Sangat disayangkan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus belum mendapatkan perhatian yang semestinya. Padahal anak special pun berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sama.

posted by: Yudithia Carmelita

SUMBER : http://www.potads.com/article_detail.php?id=74