Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Subhanallah Allah masih mentakdirkan aku untuk ada di dunia ini maha besar Allah atas semua karuniaNya .Aku adalah seorang anak yang dilahirkan oleh seorang mama yang sangat-sangaaattt sabar sekali ya Allah semoga aku dapat membahagiakan mama, menjadi kebanggaan mama dan ayah.Eh iya…….kenalkan namaku alma..kata orang sih.. wajah ku cantik. Allah telah memberikan kepada ku anugrah yang luar biasa, aku tumbuh tidak seperti anak-anak normal pada umumnya, aku di vonis dokter menederita Downsyndrom.. yah.. aku harus bersyukur dengan ini semua.. toh Allah menciptakan mahluknya pasti ada hikmahnya.. moga aku bisa bersyukur atas anugrah ini…..

Mama ku sayang Aku bangga punya mama, mama yang tegar, mama yang sabar dan mama yang penuh dengan kasih sayang, mama, alma akan membuktikan, alma akan membuat mama bangga dengan alma,..jangan sedih ya ma..

Mama alma ingin cerita, boleh ya ma.. Gini ceritanya Ini kisah, kasih sayang seorang ibu :

“Bisa saya melihat bayi saya?“ pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.“ Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis.

Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?“ Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,“ kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,“ kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.“ Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.“ Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.“

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah…. bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,“ bisik sang ayah. ‘Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?’

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui

Mama ku saying alma berharap.. mama bisa tegar ,kalo toh Allah mengizinkan alma ingin membuktikan ke mama bahwa alma bisa menjadi kebanggaan mama dan papa

Mama “Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama.” Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan.

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.

Iya alma tau tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “Aku sayang padamu.” Namun begitu, Allah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai.

“Ya Allah, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama. Dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu.. Titip mamaku ya Rabbi..”
Mama Alma sayang mama selamanya , I Love You Mama mmuuahh !

Anakmu yang slalu sayang padamu

Alma

SUMBER : http://www.potads.com/article_detail.php?id=41