Posted by: Radensun on: January 15, 2009
Di bawah ini sebuah kisah anak autis yang perkembangannya sangat baik.
Sayang sekali ia lebih disayang Allah, sehingga harus dipanggil ke
haribaanNYA ketika ia masih sangat belia. Semoga kisah ini membuat kita
memberi pelajaran kepada kita, agar selalu bersyukur dengan apa yang
telah diberikan Allah.
Wassalam
Dwinu

Ketika saya  membaca kisah dalam artikel ini, sungguh air mata mengalir dari kedua kelopak mata saya, bagaikan sebuah peristiwa yang menimpa diri saya pribadi, bagaikan sebuah harapan yang mendalam akan nikmat yang diberikan Alloh pada saya dan bagaikan sebuah goresan tinta emas yang telah disampaikan oleh bu Nicke (Bundanya Alif) untuk diri saya.
Terima kasih Alloh dan terima kasih Bunda Alif.
Semoga tetesan air mata dari setiap orang yang membacanya akan menjadi obat penawar gundah dan penenang bagimu dan bagi mereka.
Radensun

TENTANG ALIF
Alif berumur 8 tahun 9 bln ketika meninggal, kelas 3 Michael Jordan
di SD Lazuardi-Cinere. Alif mempunyai daya tahan tubuh yang bagus (tinggi
137 cm dengan berat 41.5kg), sehingga waktu awal desember’05 adik2nya kena
campak dan flu, Alif sehat sehat saja. Pada tgl 9 November’05 Alif
disunat di dr Ariono (ngikut jejak Ikhsan-nya Bu Ita). Alif sendiri yang
ngotot minta disunat setelah Lebaran, dan minta gitar sebagai hadiahnya.
Perkembangan Alif sangat membanggakan, baik edukasi, sosialisasi,
komunikasi, dan perilaku. Sewaktu acara Isra Mi’raj di Lazuardi, Alif
mengikuti lomba pidato dan berhasil menjadi juara 1. Pada saat pengumuman
pemenang, Alif diminta tampil lagi berpidato di depan seluruh murid & guru
SD & SMP Lazuardi. Adiknya Alif (Ifi) yg juga bersekolah di Lazuardi (kls
2),cerita ke saya: “Bunda, kakak Alif hebat deh, pidatonya bagus .. gayanya
juga keren” , Alif menimpali “pidatoku kayak Bung Karno, Bun…”.
Alif juga hobby musik, les drum di Purwacaraka, dan setelah sunat
dibelikan gitar karena diapun minat belajar gitar. Gurunya bilang : “kalau
game tebak lagu, pasti diborong Alif, dari mulai lagu Peterpan, Jamrud,
Gigi, Koes Plus, lagu2 baru di MTV, sampai lagu Oma Irama…..Alif pasti
tau”.
Alif juga pencinta bola, ikut ekskul bola di sekolah, dan tidak pernah
absen nonton pertandingan bola.
Alif rajin sholat, jika Ayah tidak ada di rumah maka Alif yg. jadi imam
sholat untuk Bunda & adik2nya. Setiap Subuh, dia membangunkanku untuk
sholat. Dia nyalakan lampu kamar,matikan AC dan buka pintu, supaya aku tdk
berlama-lama di bawah selimut Ketika dia melakukan kesalahan, dan Bundanya
cemberut, dia pasti langsung memelukku “Ibun..(panggilan sayangnya untuk
Bunda)”, dan kalau aku diam saja dia akan bilang: ” Ibun cantik,
sayangku…cintaku…maafin aku dong Bun”.
Biasanya saya luluh juga dan memeluk dia, menggelitik lehernya, sampai dia
tertawa kegelian.
HARI HARI TERAKHIR ALIF
Semuanya terus berjalan seperti biasanya, tapi bedanya setelah
disunat Alif sangat manja sama Bundanya, maunya dipeluk2, duduk dipangkuan,
sambil cium2 dan bilang “I love you Ibun…” Hari Kamis (15/12/05) ada
acara ke Sea World dengan teman2 & guru2 Lazuardi, disana Alif ikut game
dan terlihat happy banget (saya lihat di foto2nya, gaya Alif sangat
ceria). Kamis sore itu, setelah saya pulang kerja, Alif bilang: “Bun, aku
pusing, malam ini gak usah belajar ya…”. Seminggu menjelang EHB tgl
19/12/05, saya memang sudah menyiapkan soal-soal latihan yang harus
dikerjakan anak2 setiap sore, dan malamnya kita review bersama-sama. Saya
pegang lehernya, sedikit hangat, dan saya jawab: “Ya udah, kakak (panggilan
kami untuknya) istirahat aja, biar nanti sehat waktu EHB”. Dan seperti
malam2 sebelumnya, Alif kemudian mengajak saya tidur. Dia selalu menunggu
saya, katanya : “kalau gak dipeluk Bunda, aku gak bisa tidur”. Menurut
mbaknya, Alif sudah dikasih Panadol Syrup.
Besoknya, Jumat (16/12/05) dia tanya: “Aku sekolah gak Bun?” Aku
pegang kening dan lehernya, sudah tidak hangat. Aku jawab: “Rasanya gimana
Kak? Kalau sudah enakan bisa sekolah, tapi kalau masih pusing istirahat
saja di rumah, biar nanti fit untuk EHB”. Dan akhirnya diputuskan hari itu
Alif belajar di rumah saja, karena katanya masih pusing.
Dan sayapun pergi ke kantor seperti biasa. Siang saya sempet tlp ke
rumah, katanya Alif males makan tapi akhirnya mau juga makan beberapa suap,
dan Alif sempat muntah setelah makan. Saya tanya :”apanya yang sakit Kak?”
dia jawab: “perutku sakit Bun..” Aku pikir masuk angin atau kecapek-an kali
sehabis dari Sea World. Malam itu sepulang dari kantor, saya liat Alif
habis sholat Maghrib bersama Ayah & Adik2nya, terus tiduran di kamar bawah
dan bilang “malam ini aku mau tidur di kamar bawah saja dengan Ayah”.
Bunda : “tumben Kak gak mau tidur dengan Bunda. Ayah kan masih mandi,
Bunda peluk dulu deh sampai kakak tidur”. Alif: “Aku mau istirahat aja
sendirian, Bunda jaga adik2 aja”. Saya tetap saja peluk Alif Sampai 3x Alif
mengatakan kalimat yang sama: “Aku mau istirahat sendirian, Bunda jaga
adik2 aja”. Sama sekali saya tidak menangkap firasat apa2. Akhirnya setelah
menemani dia baca do’a sebelum tidur, saya cium dia dan membisikan:
“selamat malam sayang, mimpi indah ya…I love you”.
Alif menjawab “I love you ..” .
Ini memang sudah menjadi acara rutin sebelum tidur.
Sabtu (17/12/05) pagi, ketika saya keluar kamar, Alif sedang duduk
nonton TV. Bunda : “mau sarapan Kak? Bunda suapin ya”.
Alif :”aku makan sendiri aja, tapi gak mau nasi, mpek2 aja (tanpa kuah
cuka tentunya)”.
Mpek2 lenjer memang kesukaan Alif. Dia ngajak jalan ke Pondok Indah Mall,
tapi katanya mau ke dokter dulu biar cepet sembuh. Akupun siap2 untuk
mengantar dia ke dokter, lagi2 dia bilang : “aku mau ke dokter sama Ayah,
Bunda pergi dengan adik2 aja, nanti kita ketemu di Mall”.
Pagi itu saya bawa adik2nya ke kantorku (ada acara sebentar), dan setelah
itu bisa nyusul Alif & Ayah di PIM. Kita setuju mau jalan ke PIM-2,
mengingat Alif sedang kurang nafsu makan, dan hobbynya makan Hoka Hoka
Bento paket special-1 tanpa mayonaise dan tanpa udang
gulung tepung (biasanya kalau makan ini, Alif jadi semangat makan dan
habis 2 porsi). Alif terus dibawa ke dokter di Hermina Depok, menurut
dokter hanya gejala flu dan dikasih parasetamol untuk mengurangi pusingnya.
Siang itu Alif hanya makan sedikit, dan tidak lama kemudian muntah.
Sempat pesan hot tea di Regal Cafe, Alif terus tiduran di kursi. Jam 4
sore pulang ke rumah. Dia minta dibelikan bakso, tetapi baru habis 2 bakso,
dia muntah lagi. Dikasih Vometa syrup agar dia tidak mual.Akhirnya tiduran
sambil nonton bola di TV, masih berceloteh mengomentari permainan bola.
Sejak jam 20.30 sesekali dia bilang dadanya sakit dan bilang “aku gak bisa
muntah lagi Bun”. Kita berpikir mungkin karena perutnya kosong dan dia
mual, jadi dadanya terasa ketarik.
Kemudian dia sempat buang air besar 2x di toilet, seperti biasa dia sudah
bisa membersihkannya sendiri. Kita khawatir dehidrasi, jadi sering kita
kasih minum air putih dan pocari sweat, namun Alif muntah. Tapi kondisinya
tidak terlalu mengkhawatirkan, dia masih jalan bolak balik kamar mandi –
tempat tidur. Ketika saya peluk2, dia bilang : “Bun, adik Rafi mau susu tuh
… bikinin dong”.
Ketika terlihat agak lemes, kita putuskan bawa ke rumah sakit terdekat
(Hermina), karena takut keburu dehidrasi. Waktu diajak ke rumah sakit, Alif
mengangkat tangannya: “Gendong aku Ayah…”.
Sebelum digendong, sempat saya kasih minum dulu, sekitar 1/4 gelas dia
habiskan. Alif diantar ayahnya ke rumah sakit sambil di gendong, saya
nungguin adik2nya di rumah (Ifi 7 th dan Rafi 5 th) karena mereka tidak mau
ditinggal. Menurut ayahnya, sekitar 10 menit dari rumah, tiba2 nafas Alif
terdengar seperti orang yang sedang mendengkur dan mulut Alif mengeluarkan
busa. Setelah dipegang, dadanya berhenti berdetak. Ayah dengan panik terus
nyupir ke Hermina Depok sambil satu tangan pegang2 dada Alif, sekitar 10
menit kemudian sampai RS langsung digendong ke UGD. Dokter sempat melakukan
upaya, namun menurut dokter Alif sudah meninggal ketika sampai di RS.
Menurut dokter UGD, Alif kemungkinan kena serangan jantung karena kuku
jari tangan dan kakinya, serta bibirnya biru.
Saya sempat tanya apakah ada kemungkinan keracunan, karena dia sempat
muntah. Tapi untuk mengetahui penyebab meninggalnya Alif, perlu dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut (otopsi). Saya gak tega kalau badan Alif harus
ditusuk2 jarum dan disayat pisau bedah.
Akhirnya saya dan suami pasrah dan membawa Alif pulang ke rumah. Kami
menolak menggunakan ambulans, saya gendong dia di kursi belakang, dan suami
saya nyupir. Saya ingin, untuk terakhir kalinya, menemani & memeluknya
tidur di rumah. Wajah Alif seperti sedang tidur, tenang sekali, dan
bibirnya tersenyum. Malam itu, masih dengan baju tidur, bantal, dan
selimutnya, Alif saya peluk sampai pagi. Ketika dimandikan paginya, saya
lihat di bahu kiri dan punggungnya terlihat biru lebam.
Walaupun dari setelah Subuh Alif sudah selesai dimandikan, namun saya
masih menunggu teman2 & guru sekolahnya Alif datang.
Alhamdulillah, sahabat2 & guru2nya banyak yang datang, dan jam 10.00 hari
Minggu 18/12/05) Alif disemayamkan di Pemakaman Umum Kalimulya II Depok.
Banyak yang mengantarkan Alif ke tempat peristirahatan terakhirnya (Satpam
kompleks sempat menghitung iring2an mobil yang mengantar sebanyak 102
mobil).
Alif-ku tersayang telah pergi dengan damai, ditemani dengan seluruh orang2
yang mencintainya. “Selamat jalan sayang …. Bunda sangat bangga sama
Kakak yang dengan tenang dan berani menghadapi maut dengan senyuman.
Bunda yakin, Allah pasti membukakan pintu surga untuk Kakak…..”
HASIL RENUNGAN SETELAH ALIF TIADA
Hanya 1 kata yang bisa saya ucapkan pada Alif dan kepada Allah
penciptanya, yaitu: “TERIMA KASIH”.
* Terima kasih atas waktu 8 tahun 9 bulan yang telah diberikan oleh- NYA.
Dan selama itu, Alif sudah memberikan rasa yang TER untuk Bunda.
* Rasa bahagia yang TERamat sangat, ketika Alif lahir (karena saya
mengalami keguguran 2x dan harus terapi hormon untuk mendapatkan Alif,
serta bed rest total sepanjang kehamilan).
* Rasa kagum yang TERamat sangat, ketika melihat Alif tumbuh dengan sehat
dan lucu, setiap orang pasti akan mencubit pipinya yang menggemaskan dan
Alif akan tertawa senang.
* Rasa kecewa, bingung, yang TERamat sangat ketika dokter memvonis Alif
autis.
Rasa lelah yang TERamat sangat, dalam masa2 pencarian dokter,
terapis,sekolah (ternyata lebih gampang mencari kerja dibanding mencari
sekolah yang tepat untuk Alif), membuat target, evaluasi progress kemajuan,
membuat menu, dsb.
* Rasa syukur yang TERamat sangat ketika kemudian jerih payah dan kerja
keras dalam penanganan Alif mulai membuahkan hasil dalam perkembangan
perilaku, komunikasi, sosialisasi, dan edukasi.
* Rasa bangga yang TERamat sangat ketika Alif 2 x mendapatkan Student of
the Month di kelasnya, tampil di pentas pentas sekolah (menyanyi, bermain
pianika), punya talenta musik yang luar biasa, juara 1 pidato, punya banyak
sahabat, rajin sholat, ramah & perhatian sama semua orang . Teman, guru,
satpam, orang tua murid yg rajin menunggu di sekolah, saudara, tetangga,
penjaga warung dekat sekolah, sopir2, tukang mpek2, semua akan dia sapa
kalau ketemu.
* Rasa sedih yang TERamat dalam, ketika Alif harus pergi meninggalkan
Bunda dengan tiba2. Rasa menyesal yang TERamat sangat tidak bisa
memberikan penanganan yang terbaik di saat2 akhirnya. Sayapun menjadi
jauh lebih sabar setelah memiliki Alif yang special. Banyak hal yang telah
Alif ajarkan kepada saya .. Terima kasih ya Kak……
APA KATA DOKTER ?
Dokter USG RS Hermina : Alif kemungkinan kena serangan jantung akut.
Dokter ahli jantung anak Harapan Kita : kemungkinan Alif dehidrasi
sehingga kekurangan elektrolit, sehingga jantungnya berhenti mendadak.
Dokter ahli bedah jantung RS Gleneagles : kemungkinan Alif pernah
kena virus Kawasaki (Alif memang pernah panas tinggi ketika berumur 2 th
dan 6 th) yang menyebabkan pembengkakan koroner, sehingga kurang sedikit
cairan saja, bisa menyebabkan jantungnya berhenti seketika.
Dokter anak di MMC : kemungkinan Alif kekurangan kalium, yang
mempercepat berkurangnya elektrolit sehingga jantungnya berhenti mendadak.
Sabtu (24/12/05) jadwal Alif ke dr Melly Budiman, saya & suami
datang untuk memberi tahu dr Melly dan mengucapkan terima kasih atas
perhatian dan bimbingan dr Melly kepada Alif selama ini. Dr Melly terkejut,
sambil berderai air mata dia bilang : “Alif tidak mungkin punya penyakit
jantung, saya tau kondisi Alif “, beliau sangat menyayangkan karena anak
penyandang autis yang perkembangannya bagus seperti Alif, jumlahnya kurang
dari 10%, beliau juga ingat ketika terakhir ketemu, Alif cerita dengan
bangga telah jadi juara 1 pidato. Anak Autis juara pidato, dengan
penghayatan, mimik, gerak tubuh, dan artikulasi yang bagus, disaksikan
lebih dari 800 orang, menurut dr Melly waktu itu …”Very Amazing”..
Beberapa tanda tanya yg tersisa :
– Alif Dehidrasi?. Saya pernah kena dehidrasi, kulit sampai keriput dan
tidak sanggup berdiri karena pusing sekali. Malam itu Alif masih bisa jalan
kesana kemari dan kulitnya segar seperti biasa, matanyapun seperti biasa
(tidak cekung / sayu).
Alif kekurangan Kalium ? Bukankah hasil test rambut menyatakan Alif harus
mengurangi Kalium sehingga kita terpaksa stop pisang kesukaannya.
– Alif punya masalah jantung? Bukankah tgl 9 November dokter Ariono &
dokter anestesi melakukan pemeriksaan awal sehingga mereka berani melakukan
bius total pada Alif, dan memang Alhamdulillah berhasil dengan baik.
By the way, saya percaya semua pihak (termasuk para dokter2 tsb) sudah
memberikan the best effort & knowledgenya untuk Alif. Mungkin Alif lebih
memilih cara seperti ini, dibandingkan kalau sebelumnya diketahui ada
kelainan jantung, dia akan dioperasi, merasakan sakit yang berkepanjangan,
kegiatannya dibatasi, dsb…dsb…
UJIAN BERIKUTNYA
Teka teki penyebab meninggalnya Alif, mendorong saya untuk membawa
adik2nya untuk check jantung ke Harapan Kita pada hari Kamis (22/12/05).
Hasilnya? Ternyata Ifi (adiknya Alif yg berumur 7 th 2 bl), sekat serambi
jantungnya bocor sebesar 9.8 mm, yang dalam istilah kedokteran disebut ASD
sekundum Tersengat petir yang ke 2 membuat saya limbung, namun saya berusaha
tetap tersenyum di depan anak2, terutama Ifi. Saya lakukan cross check ke dr
ahli jantung di RS Gleneagles pada hari Jumat (23/12/05), hasilnya sama.
Ternyata ini maksud Alif memberikan teka teki penyebab meninggalnya, agar
Bunda memeriksakan adik Ifi dan adik Rafi ke dr. Alif ingin mengatakan
bahwa adik Ifi mempunyai masalah di jantungnya. Seperti pesan terakhirnya :
“aku mau istirahat sendirian, Bunda jaga adik2 aja”.
Aduh Kakak….terima kasih…., Kakak sangat baik sekali, di saat
akhirpun masih memikirkan adik2. Barangkali, selama 2 hari terakhir Alif
seperti sengaja menjauh dari Bunda, juga mungkin ada maksudnya. Saat ini,
saya sedang mencari informasi sebanyak mungkin tentang case Ifi, hari Rabu
besok janjian ketemu dengan dr Sukman (RSCM) yang katanya sudah pengalaman
menangani kebocoran jantung dengan teknologi ASO yang tanpa bedah.
Dari beberapa informasi, symptom2 ASD biasanya tidak terlihat, namun jika
gejala- gejalanya sudah muncul biasanya sudah terlambat.
Mohon doanya dari rekan rekan Putera Kembara, agar saya & keluarga
berhasil melewati cobaan ini.
Dan jika ada yang mempunyai informasi apapun terkait dengan ASD, mohon
kiranya dapat di share ke Japri saya.
Maaf tulisannya agak panjang….nulisnya berurai air mata, tapi
rasanya ada agak plong setelah bisa cerita panjang lebar kepada rekan rekan
semua.
Saya berharap ada hikmah yang bisa diambil dari meninggalnya Alif.
Yang pasti, bersyukurlah kita semua telah dianugerahi anak special, yang
telah mengajarkan banyak hal agar kita menjadi lebih baik. Barangkali kalau
Allah tidak menitipkan Alif pada saya selama 8 tahun 9 bulan, saya tetap
emosional, egois, tidak sabaran, tidak sering ber”komunikasi” kepada Allah,
tidak ber emphaty pada kekurangan orang lain, dll.

Sumber : http://radensun.wordpress.com/2009/01/15/119/